Buscar

Lisanku Untuk Kau Dengar



Tidak semua yang diucapkan olehmu itu benar. Dan tidak semua pula yang aku ucapkan benar adanya. Tak akan berguna jika kita terus seperti ini. Melakukan sesuatu yang tak pasti. Melakukan sesuatu yang dapat membuatku dan dirimu jera akan sikap masing-masing. Entah, kau tahu atau tidak. Tulisanku kali ini, aku tujukan kepadamu. Terlalu berat untuk aku katakan kepadamu. Karena itu, akan aku ungkapkan dengan kata-kata. Kata yang akan mewakili seluruh lisanku yang seharusnya kau dengar dariku.
***
Tidakkah kau sadari? Aku disini merindukanmu. Merindukan masa-masa indah kita yang lalu. Merindukan kenanganku bersamamu. Saat-saat pertemuan kita yang tak kunjung henti dan serasa tak ingin berpisah. Aku merindukan kata-katamu yang selalu membuatku tersenyum, tertawa, dan begitu juga disaat kita saling khawatir akan perasaan masing-masing, khawatir jika terjadi sesuatu pada diri kita, serta khawatir jika kita tak dapat bertemu kembali. Aku selalu ingat saat kita saling melukai hati dari perasaan yang ambigu ini. Aku juga ingat ketika aku menangis karenamu. 
Mungkin, kini, kata-kata itu hanya tinggal terucap di bibir saja. Tak ada sedikitpun rasa yang membekas dalam hati. Apakah kau juga seperti itu? Aku memang tak tahu apa yang kau rasakan saat ini. Entah bagaimana keadaanmu sekarang. Aku selalu mencari kabarmu. Karena aku harus tahu. Sudahkah kau berpaling dariku? Aku akan mengucapkan terima kasih padamu jika kau memang benar-benar berpaling dariku.
Aku tak kunjung henti menjauhimu, melupakanmu, hingga menghapus semua memori tentangmu. Sudahkah kau melakukannya? Bisakah kau melakukannya?
Rasaku padamu sudah tak berbekas. Tinggal angan. Kau membuatku sadar, bahwa kau bukan yang terbaik untukku. Berkali-kali aku berusaha untuk berpikir positif tentangmu. Tapi aku tak bisa melakukannya. Aku berusaha menjalin pertemanan denganmu. Tapi, berat rasanya. Entah apa yang membuatku seperti itu. Aku berusaha mencari alasan itu, tapi, tak bisa. Tak dapat kutemukan. Aku menyerah. Cukup sampai disini. Tak ada lagi kata untukmu. Tak ada lagi perhatian untukmu. Tak ada lagi pertemuan. Dan tak ada lagi semua tentangmu.

Kejadian yang Mengerikan

Hi guys...
hhh... :/

Baru saja, ada kejadian yang tidak menyenangkan. Jadi, ceritanya begini:

Tadi, aku lagi ngenet. Laptop dalam keadaan terbuka. Masih banyak teman2ku di kelas.
trus, salah satu temanku datang, dan entah gimana ceritanya, tanaman air yang digantung di tembok, jatuh!!!
Dan,,,,,
tersiram dilaptopku!!!!!! GILA!!!!!
Shock melanda!!!!!!!!!!!!
Langsung saja, aku cari tisu, trus,, beberapa temanku ikut membantu, Roy, Ayun, dan Prita tepatnya.
Langsung laptopku diangkat, di balik,, biar airnya keluar.  Aku benar2 shock,, gak tau harus apa...
Moodku berubah begitu saja!!
HUH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Untung saja,,, yang numpahin temenku sendiri!!
kalo enggak,,, sudahlah..
Toh, laptopku gak kenapa2....
^^

Sebuah Pohon



Semua orang di belahan dunia ini, mengatakan, pohon adalah sesuatu yang sangat bermanfaat. Mulai dari, sumber oksigen, tempat penyerapan air, tempat berlindung bagi hewan, tempat berteduh saat kita kepanasan karena teriknya matahari, dan sebagainya. Bagiku, fungsi pohon tidak hanya itu saja. selalu ada kenangan tersendiri. Seperti yang akan kuceritakan kali ini. . .
Sebuah pohon, dimana aku bertemu dengannya. Pertemuan yang kedua kali dan terakhir kalinya. Pertemuan singkat antara aku dan dia. Kami hanya bercakap-cakap biasa. Tidak lebih. Ya, begitulah. Setelah itu, hubungan kami tak membaik ‘lagi’. entah. Mungkin, sudah sewajarnya kami saling menjauh, dan tidak menghubungkan sebuah benang. Pedih, dan sakit rasanya, ketika itu. Tetapi, tak apa. Aku yang salah.
Setelah beberapa hari, dia berkata padaku bahwa ia telah “berpacaran” dengan teman kerjanya. Saat itu, aku berpikir, secepat itukah dia melupakanku? Aku akui, dia memang hebat. Dia dapat melupakan seseorang begitu cepat.
Ternyata, oh ternyata, akhirnya dia putus dengan cepat. Kenapa? Karena pacarnya, hanya sebagai pelarian saja. Dan saat ini, dia menganggap bahwa aku sudah berpacaran dengan seseorang. Benarkah itu? Ya tak mungkinlah.. Hampir tidak terlintas dibenakku untuk berpacaran saat ini. Entah kenapa. Mungkin, memang belum saatnya. ^^
Jujur, aku menyimpan smsnya mulai dari 2 bulan yang lalu. Suatu hari, aku membacanya. Dan, aku baru sadar. Dia memaksa untuk aku mencintainya. Beberapa kali aku menjauh, dia selalu kembali. Mungkin, dia terpengaruh akan tulisan-tulisanku tentangnya. Dan mungkin juga dia beranggapan, bahwa aku sangat mencintainya.
Aku juga baru sadar, perasaanku selama ini ternyata hanyalah menganggap dia sebagai kakakku. Maklum, aku tak memiliki sosok kakak di dekatku. Dan perasaanku salah di mengerti olehnya. Aku harus bagaimana menurut kalian? Berhenti memikirkannya? Sepertinya tidak mungkin. Biar semua ini berjalan seperti aliran air. Pasti, aku dapat melupakannya dengan sendirinya.
Kisahku dengannya, mungkin bisa menjadi sebuah novel singkat. Benar bukan?
Novel yang hanya menceritakan tentang aku dan dia. Cerita mulai dari awal kami bertemu, sampai saat ini. Bahkan, mungkin sampai masa depan.
Boleh juga ideku. Hahaha…
Semoga saja, aku bisa menulis kisahku, dan dapat aku diterbitkan segera.
*pekerjaan sampingan: menulis*  :p

Ok. Terima kasih bagi yang membaca ceritaku kali ini. Tidak ada hubungannya dengan pohon? Hahaha… maaf,, memang aku sengaja :p

Lomba Blog Tagline Pertanian IPB

KETENTUAN PESERTA 
1. —Siswa SMA/SMK Seluruh Indonesia kelas 10 sampai kelas 12
2. Memiliki blog pribadi di wordpress, blogspot atau blog lainnya
3. Memiliki akun facebook dan bergabung di facebook group Pastikan Pilih IPB! dan like facebook page Lomba Blog Tagline Pertanian IPB
4. Memiliki akun twitter dan follow twitter IPB di alamat @ipbofficial


MEKANISME LOMBA
1. Peserta dapat menggunakan blog yang sudah dimiliki atau membuat blog baru di www.wordpress.com  atau www.blogspot.com
2. Tagline dicantumkan di blog title atau blog tagline pada header
3. Membuat sebuah postingan yang mendeskripsikan maksud dari tagline tersebut
4. Membuat sebuah postingan yang berisi pengetahuan peserta tentang IPB
5. Masing-masing postingan tersebut wajib memiliki kategori “Tagline Pertanian - IPB” dan menyertakan tag “Institut Pertanian Bogor (IPB), Admisi IPB, dan Lomba IPB”
6. Blog peserta wajib mencantumkan salah satu badge IPB (www.ipb.ac.id/badge) pada widget blog
7. Blog peserta wajib menyertakan link (tautan) ke website IPB (www.ipb.ac.id) dan Admisi IPB (www.admisi.ipb.ac.id)

8. Peserta wajib memposting (share) URL informasi lomba ini (http://admisi.ipb.ac.id/p/single/lomba) dan blog tagline milik peserta di twitter dan facebook (setting privacy publik) sebanyak masing-masing minimal 3 kali di minggu yang berbeda
9. Peserta mengumpulkan/mengirimkan blog dan melengkapi data diri peserta sesuai kartu identitas di www.admisi.ipb.ac.id/lomba/daftar
10. Peserta dapat memodifikasi tagline, tampilan blog dan isi blog sampai pada saat penjurian.


WAKTU 
1. Batas Akhir pengumpulan tagline pada tanggal 8 Maret 2013 pukul 17.00 WIB
2. Penjurian akan dilakukan pada tanggal 9 Maret 2013 sampai 29 Maret 2013
3. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 30 Maret 2013 di  website www.admisi.ipb.ac.id

PENILAIAN 
1. Penilaian dilakukan terhadap seluruh blog yang masuk (sesuai ketentuan lomba)
2. Keaslian karya 
3. Estetika dan kesesuaian dengan tema 
4. Kelengkapan atribut pada blog
—title/tagline
posting deskripsi 
—posting tentang IPB
—link
—badge
—kategori posting
—tag posting
5. Nilai lebih jika:
—Blog didesain dengan rapih dan menarik 
—Blog tagline peserta ditemukan melalui search engine (google, yahoo dll)
6. Keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Keterangan lebih lanjut, silahkan klik di bawah ini:

Aku Bukan Untukmu



Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Aku ingin memilikimu lebih dari yang kau mau. Bahkan terlintas dibenakku bahwa aku ingin menjadikanmu seorang imam dalam keluargaku nanti.
Engkau harus tahu, aku memiliki rasa dan pengorbanan yang sama besar denganmu. Aku memiliki rasa cinta, kasih sayang, serta rasa ingin memilikimu seutuhnya. Pengorbananku juga dapat dihitung. Dimulai ketika aku membuang waktuku hanya untuk mengenalmu, mengorbankan rasa cintaku untukmu, berusaha untuk merubah sifatku agar kau menyukaiku, dan rasa cintaku yang terus kau ambil secara paksa. Aku telah berkorban untukmu. Aku jatuh ke dalam jurang hatimu. Bahkan, ini sudah terlalu dalam. Aku tak dapat kembali, kecuali kau menarikku keluar.
Dan saat inilah, hari ini, kau menarikku keluar dari jurang hatimu.
Aku tahu, aku bersalah karena aku selalu mengecewakanmu. Aku selalu membuatmu berharap padaku. Aku juga selalu melakukan kesalahan-kesalahan yang berujung pada akhir dari hubungan ini. Tapi, tak semestinya seperti ini. Aku tidak mau kehilangan sosokmu. Aku tidak ingin arah padanganku berubah menjauhimu dan sebaliknya. Aku ingin kita tetap menjalin hubungan ini, meskipun hanya sebagai seseorang yang tidak penting bagimu dan membuang waktumu.
Aku juga tahu, aku selalu menggantung hubungan ini, aku tak pernah dapat menjawab semua perasaanmu. Aku juga tak pernah mengatakan semua dengan serius. Aku, bahkan tak dapat mengatakan kata ‘cinta’ untukmu.
Saat ini, aku merasakan getir dan pahitnya cinta. Aku juga dapat merasakan rasa yang menyesakkan dada. Aku tak dapat menahan air mataku. Ini sudah yang ketiga kalinya, aku meneteskan air mata untukmu. Dan semua kejadian saat itu terulang kembali.
Salahkah aku, bila aku menepis cintanya demi sebuah masa depan yang telah terlihat semakin mendekat?
Salahkah aku, bila aku saat ini bimbang antara menerima hatinya atau pun tidak?
Aku menuliskan ini bukan untuk membuatmu berubah pikiran. Aku ingin tulisan ini menjadi ingatan terakhirku tentangmu. Tulisan ini akan menjadi catatan, di mana aku dan kamu pernah bertemu sebelumnya. Pernah saling sapa. Pernah saling memiliki. Pernah saling menyukai. Pernah, pernah, dan pernah.
Entah kapan kita akan bertemu. Entah kita saling mengenal satu sama lain atau justru sebaliknya. Maafkan aku yang selalu menepis cintamu karena kita mungkin tak sepaham dan tak sejalan.

Maukah kau mengingat ini?
“Aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu. Aku akan selalu mendo’akan yang terbaik bagimu. Aku tetap ingin berada disisimu, meskipun aku bukan untukmu. Aku akan tetap mengenang rasa cinta ini, aku juga akan mengingat saat-saat pertemuan kita. Pertemuan yang membuatku kehabisan kata-kata, pertemuan yang membuatku selalu salah tingkah dihadapanmu, pertemuan yang membuatku selalu tersenyum dan dapat menurunkan egoku, dan juga pertemuan yang membuatku semakin menyukaimu.”