Buscar

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rangkaian Kata Untuknya (I)

Jauh sudah aku melangkah dan jalanku ini semakin panjang. Mengingat jalan yang ku tempuh tidaklah mudah. Ingin ku berhenti sampai di sini, tapi, tak bisa. Saat ini, aku hanya bisa berdiam diri, mematung, dan seakan-akan tak berdaya. Menangis pedih karena ulahku sendiri. Menangis pedih karena kesalahan-kesalahan akan diriku.
Aku yang telah terjerumus dalam sebuah jurang, dan mungkin tak dapat kembali, hanya bisa meminta pertolonganmu, Tuhan. Aku telah berusaha membuang segala gejolak ini, aku telah berusaha memaki-maki diriku yang tak bisa melakukan apapun untuk menjauh. Aku juga telah berusaha membuatnya menjauh dariku.
Tapi, Tuhan…
Di satu sisi, aku merindu, aku bahagia, aku membutuhkannya. Entah kenapa.
Rasa ini munafik. Rasa ini membuatku tak bisa jika tak meneteskan air mata. Rasa ini membuatku selalu mengeluh. Selalu saja antara mulut dan hati berperang melawan kebenaran. Mulutku berkata ‘tidak’, tetapi hatiku berkata ‘iya’.
Tuhan…
Bisakah aku menepis semua ini dari kehidupanku? Ataukah tak perlu aku menepisnya?
Bisakah aku tak peduli? Bisakah aku menghilang dari kehidupan agar semuanya selesai begitu saja?
Aku takut, Tuhan...
Jika semua ini semakin sulit untuk aku lupakan, jika aku terjatuh semakin dalam, dan jika semua ini tak akan berbuah manis pada akhirnya…

Dia, anugrah terindah...

Engkau adalah anugrah terindah untuknya
Anugrah yang tak akan pernah hilang
Dalam tatapan matanya
kau adalah makhluk yang paling sempurna

Kau memiliki sesuatu yang tak pernah kumiliki
Sesuatu yang membuat dirinya jatuh hati kepadamu
Sesuatu itu adalah sebuah kesetiaan

Kesetiaan adalah harga yang harus dibayar
selama aku ingin selalu bersamanya
Tapi, aku membuang harga itu
Sehingga ia berpaling dariku

Aku ingin kau tak membuatnya kecewa
kecewa akan harga kesetiaan itu
dan aku tak ingin lagi
ia kecewa atas pengkhianatanku

Suara Hujan & Peristiwa

Apakah engkau tahu?
Suara hujan ini
terdengar seperti alunan musik sendu
yang mengalun di telingaku
Suara ini mengiringiku untuk tetap disini
duduk diam tak bergeming karena mengingatmu
dengan tetesan air mata di pipi

Suara hujan ini
membuatku termenung
mengenang peristiwa yang lalu
suatu peristiwa yang membuatku kecewa
kecewa akan dirimu
kecewa atas sikapmu padaku

Engkau yang selalu berkata
bahwa akan selalu disisiku
Justru, saat ini kau bersanding dengannya
dan meninggalkanku
meninggalkan hatiku yang terluka karenamu

Bahwa aku...

Ketika itu,
kau menutup pandanganmu dariku
membuatku merasa bahwa kau sudah tak acuh kepadaku
membuatku menjadi takut akan hilangnya dirimu
membuatku ingin mengejarmu, menghentikanmu,
dan bertanya padamu, apa kau mulai tak peduli padaku?

Ingatkah kau dengan semua kenangan kita?
kenangan yang selalu membuat kita tertawa
saat-saat indah serta luka yang kita lalui
kau ingin melupakannya?
kau ingin menghapus memori itu?

Aku ingin mengatakan padamu
bahwa aku masih ingin bersamamu
bahwa aku ingin selalu berada disampingmu
bahwa aku . . . .

Sebuah Surat Cinta, dariku, untuknya...

Dear my prince . . .
Saat ini, kau sedang membaca surat dariku. Sebuah surat yang akan mengubah pandanganmu kepadaku.

Aku ingin kau tau, bahwa aku mulai mencoba untuk mendekatimu. Ada sebuah rasa, dimana aku ingin mendapatkan perhatian darimu. Ingin pula aku memilikimu.

Terkadang, kau terasa sangat jauh saat tak berada di dekatku. Di saat kau sedih, kau membuatku bertanya tanya dan slalu berpikir mengapa kau bersedih hati. Saat kau tertawa, ada sedikit rasa gembira yang menelusup ke dalam hati. Saat kau sakit dan terluka, aku khawatir. Inginku menghapus luka dan mengobati sakitmu itu, menghiburmu dengan candaanku, dan terus tersenyum di hadapanmu.

Apa ini yang namanya cinta? Mengapa baru kurasakan saat ini?
Rasa ini terus menggebu-gebu. Ada rasa senang ketika aku tau bahwa ini cinta. Tetapi, ada rasa sedih, ketika ku harus menerima kenyataan, bahwa kau bukan milikku. Ada pula rasa khawatir untuk kehilanganmu, ketika ku harus merelakanmu mencemaskan orang lain.

Aku ingin kau mengerti, bahwa aku menyukaimu. Aku ingin selalu ada untukmu. Separuh rasa ini terkadang cemburu, melihat kedekatanmu dengan orang lain. Tetapi, separuh rasa ini munafik, karena tak ingin mengakui dan menyatakan perasaan ganji ini. Separuh nafasku ini, telah kau rebut secara paksa. Harusnya, kau bisa merasakan itu...

Aku benar-benar pengecut yang tak punya nyali untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Jujur, aku sangat mencintaimu. Dan hanya lewat surat ini aku dapat mengatakannya. Aku mohon.. Balaslah suratku ini. Berikan jawabanmu.
Aku menunggu...

Dari seseorang yang sangat mencintaimu...

Pemberi Harapan Palsu

Apa kau benar-benar ingin melakukannya?
Apa kau tak tau, bahwa aku terluka?
Apa kau tak sadar bahwa orang-orang mulai berkata buruk tentang sifatmu?

Sifat yang membuat seseorang takhluk kepadamu
Sifat yang membuat seseorang selalu berharap lebih kepadamu
dan juga sifat yang membuat seseorang patah hati dan cemburu?

Aku ingin kau tau
jujur kukatakan
Kau sungguh angkuh
Sikapmu itu seakan tulus
Tapi, sesungguhnya sanga buruk
Kau juga hanya baik dari tutur kata
yang keluar dari mulutmu itu
Tak kusangka, kau akan begitu cepat
membuat orang lain tau siapa dirimu sebenarnya

Kau adalah seorang pemberi harapan palsu!
Tidakkah kau sadari itu?

Tetapi
Bagaimanapun sikap dan sifatmu itu
Aku tetap menyukaimu
Aku ingin memilikimu dengan apa adanya dirimu saat ini
meskipun kau akan menyakitiku beribu kali
Aku akan tetap setia...

Sifatmu itu...

Andai kau mengerti
perasaan yang tertahan dalam benakku ini
menggebu-gebu ingin terlontar keluar
bersama dengan ucapan rasa sayangku
kepadamu...

Aku sudah berulang kali berusaha
untuk mendapatkan hatimu kembali
Tapi, tak sedikitpun kau berpaling
untuk memelukku, menyentuhku,
bahkan menatapku...

Sudah berulang kali pula
aku mengikutimu, memenuhi semua keinginanmu
Tapi, kau sama sekali tak berkutik
ataupun berusaha untuk membuka hatimu kepadaku

Bukankah sifatmu itu sangat dingin?

Aku hanya bisa membebanimu...

Sekilas tentang dirimu
hadir bayangmu dalam tidurku
membawa sejuta kenangan tak terlupakan
bersama dengan
serangkaian kisah rinduku padamu
yang seakan terkait dengan
kasih dan cinta antara kita berdua

Belum lama rasa cinta ini tumbuh dan bersemi kembali
tak kusangka kau runtuhkan cinta ini
dan untuk yang kesekian kalinya
aku kembali terbuai
akan kenangan kenangan masa laluku bersamamu

Sifatmu dan perhatianmu yang membodohiku
membuatku selalu ingin dekat denganmu
membuatku ingin mendekapmu dan tak melepasmu
membuatku ingin memenjarakanmu dalam hatiku

Aku yang tak bisa melepaskanmu ini
hanya bisa berdiam diri
ketika kau meruntuhkan perasaan cintaku

Rasa kecewa merasuk dalam hati
Rasa akan kehilanganmu kembali
membuatku gila

Maaf..
Aku hanya bisa membebanimu saja...

Buat Teman Q..

Akankah keindahan ini akan hilang?
Setelah sekian lama aku melihatnya
Tak terasa semua ini akan berakhir
Risau, galau
Ini yang ku rasakan, saat ini...

Pagi nan indah
Rintikan hujan masih terasa
Angin yang menyejukkan hati
Bawa aku melayang ke nirwana
Andaikan saja
Waktu ini tak akan habis
Aku akan selalu di tempat ini
Tempat yang membuatku tenang
Ini yang aku inginkan...

Lalu, saat ini harus berakhir
Aku tak tahu harus apa
Ke mana arah tujuanku?
Seakan semua ini tak memiliki ujung
Orang lain tak mengerti penderitaanku
Namun, aku mengerti
Orang-orang tak akan sanggup
menjalani kehidupan sepertiku...

Sahabatku Menjauh dari Q . . .

Lihatlah!
Dia tak pernah sekalipun
bertegur sapa denganku
Dia tak pernah sedikitpun
melihat diriku

Apa yang salah denganku?
Apa yang berubah dariku?
Katakan sejujurnya!
Aku tak ingin kita terpisah
meskipun hanya oleh jarak
Aku tak ingin itu terjadi...

Bukankah kita telah menjadi sesuatu
yang akan saling melengkapi?
Kita adalah sahabat
yang tak akan pernah hilang
dari ukiran dalam sebuah hati
Kita adalah sahabat
yang tak akan pernah punah
dari sebuah kehidupan
Dan kita adalah sahabat
yang tak akan terpisah
oleh sebuah pertikaian
Yang ku katakan benar kan?

Apa dia tahu
bahwa aku sedang berusaha
untuk mendekatinya kembali
agar persahabatan kami
tak hancur sampai di sini
Apa dia juga tahu
bahwa aku tak pernah
berkata buruk tentangnya

Huh..
Sudahlah!
Dia tak akan pernah tahu
dan tak akan pernah mau tahu!!

Maaf...

Rasa ini
seakan membuatku
terbang jauh
membumbung tinggi di angkasa

Rasa ini telah membuatku
merasa bersalah
akan sesuatu yang sebenarnya
tak pernah aku perbuat

Inikah pertanda
bahwa aku tak akan lagi bersamanya?
Apa hanya sampai disinikah?

Maafkan aku...
Aku tak bisa melakukan apapun untukmu...

Jatuh

Hari ini
aku hanya termenung
mendengar kicauan burung
dan deru mobil yang berlalu lalang
memikirkan masa depan
yang masih jauh dari harapan

Ternyata, itu terlalu jauh untuk digapai
dan terlalu besar kenyataan yang harus kuterima
bahwa aku mungkin tak dapat meraihnya

Aku terjatuh dalam lubang yang kubuat sendiri
suatu lubang keputusasaan
aku terperosok jauh ke dalam
Aku pun segera bangkit dan mencari celah
untukku keluar

Lama aku menyusuri celah jalan ini
setapak demi setapak

Tiba-tiba rasa keputusasaan
menenggelamkan diriku
Hampir aku menyerah
tapi ada dorongan dalam batin
yang membuatku hidup dan berdiri sekarang ini

Pengalaman dalam lubang itu
akan kujadikan pedoman hidup
untuk saat ini dan seterusnya...

Mereka, penebang pohon!!

Gersang, tandus
kata itulah yang pertama kali
saat kita melihat
betapa luasnya hamparan tanah
yang telah kehilangan nyawanya

ini semua karena mereka
yang memaksa pohon itu mati
jutaan hewan menangis
bahkan ribuan hektar tanah tersayat-sayat
aku tak tega melihatnya

ingin kutanam sebuah pohon
dan saat kujentikkan jari
pohon itu tumbuh besar dan menjulang tinggi
pohon yang kokoh & tak dapat ditebang oleh mereka

Tapi, itu tak mungkin
mereka pasti akan mencari cara
cara bersih maupun kotor
tidak peduli apa yang terjadi
tidak peduli jutaan manusia membutuhkan pohon itu

dasar manusia laknat!
harusnya kalian tak berhak melakukan itu
tangan kotor kalian itu
tak boleh lagi menyentuh pohon

Ingin ku hajar mereka
tapi, aku tak bisa
karena aku tak punya
kuasa untuk menahan mereka

Sama Seperti Hujan

Hujan yang tak henti
membasahi bumi
menyirami apapun yang disentuhnya

Kejadian ini sama seperti hati
hati yang tak kunjung henti
mendapat belas kasih dari orang-orang sekitarnya
entah belas kasih itu baik maupun buruk
hati akan menerimanya tanpa perlawanan

Seperti itulah hati manusia
disakiti, disenangi, dikasihani
rasa seperti itu masuk tanpa perlawanan
dan dalam sekejap mata
manusia akan memberi respon
yang berasal dari hati

Kita, para manusia
yang memiliki hati
akan mengenal penderitaan
penderitaan yang tak kunjung henti
dan akan kembali berawal & berulang-ulang
sama seperti hujan

Tuhan, tolong aku..

Sakit ini
tak akan hilang
dan akan terus bersemayam
dalam tubuh ini

Kau tau itu, Tuhan
penyakit yang kuderita ini
adalah karena kecerobohanku
kebodohanku, dan karena
kecurigaanku padanya
dan pada dunia

Sungguh,,
sakit ini membuatku menderita
kau selalu memegangku erat
Tapi, aku selalu ingin lepas
kemarahanku padamu membeludak
bagaikan bom yang akan
membunuh orang orang sekitarnya

Tuhan,
aku sudah tak tahan
sakit ini begitu menyiksa
aku ingin diriku lenyap tanpa sisa

inginku berganti memelukmu, Tuhan
tapi, aku tak bisa
apakah aku tak pantas mendapat pertolonganmu?


Tulangku sudah hancur
sehingga tak dapat memelukmu
sekarang, aku tak dapat  melakukan apapun
Tuhan, aku mohon, tolong aku...

Karena dirimu, aku tak berharga!

sepi...
kata itu memiliki arti
"sepi" yg kumaksud adlah
kehilangan
kehilangan seseorang dalam hidup
hidup yg harusnya kumanfaatkan dengan baik
terbuang sia-sia
hanya karena dirimu!

kau tau?
aku selalu berupaya memperhatikanmu
aku selalu berupaya
melakukan pa yg menurutmu benar
aku selalu...

SUDAHLAH!!!

rasa sepi karenamu
mulai menggelayutiku
secara perlahan
rasa sepi itu merasukiku
dan membuat diriku tak berharga
Terima Kasih!!
Karena dirimu sudah membuatku
merasa tak berharga!!

Kekuranganku?

sudah aku katakan
aku jenuh...
aku benar-benar JENUH!!

aku tak tau lagi harus apa!
aku tak sanggup utk berdiri
aku tak ingin hidup

untuk apa aku hidup
jika kau tak menerimaku?

tujuanku hidup hanya satu!
mendapatkan dan memilikimu!

aku hancur, terluka
putus asa, bahakan menangis!!

jauh dari dugaanku
kalau kau tak menerimaku

aku kurang apa??
aku baik, berani,
perhatian, wajahku pun
cukup untuk membanggakanmu
apa yg kurang dariku?
apa aku tak dapat membanggakanmu?
apa aku tak dapat membahagiakanmu?
katakan padaku SEKARANG!!

Aku Penipu!!

aku telah berhasil
melakukan suatu kebohongan
mereka percaya padaku

dasar bodoh kalian semua!
kalian percaya padaku begitu saja!
tanpa pikir panjang
kalian mempercayaiku
dan menuruti kata-kataku

Bah!
dasar orang orang bodoh!
padahal, sudah berulang kali
orang2 berkata pada kalian
bahwa aku ini penipu!
tapi, kalian tetap percaya padaku
sampai kapan kalian akan terus percaya
bahwa aku adalah orang baik
dan patut dikasihani?

kalian tau?
aku adalah orang licik
dan penipu paling pintar
yg pernah kalian temui
aku juga orang yg paling pintar
dalam hal merayu dan bermuka dua
tak ketinggalan pula
aku adalah orang paling serakah
yg slalu ingin memiliki segalanya

jadi,
aku tak butuh kalian semua!!
aku hanya ingin
kalian masuk dalam perangkapku
dan terjebak disana selamanya...

Benda & Sebuah Peti

Kini
Benda itu sudah usang!
Benda itu juga sudah rusak pula
Benda berharga itu
Kini tergeletak tak berdaya
Meninggalkan sejuta kenangan
Benda yang penuh arti
Benda yang penuh makna

Kini
Benda itu ada dalam peti tua
Peti yang tak akan pernah dapat di buka
Peti yang selamanya akan selalu diam
Peti yang dapat menjadi saksi bisu
Tentang kejadian pahit itu

Kini
Aku hanya bisa diam
Aku hanya dapat menangis dan meratapi peti itu
Mengenang isi peti itu
Mengenang kejadian pahit itu

Sudahlah,
Semuanya sudah berakhir
Apa yang terjadi waktu itu
Dapat aku jadikan pelajaran yang sangat berharga
Untuk sekarang
Dan selamanya . . .

Rasa yang Baru


Aku tau
Kau selalu mengikutiku
Entah mengapa
Aku tak merasa terganggu saat kau mengikutiku
Aku juga tak merasa resah
Saat kau mulai bertanya-tanya
Siapa diriku, dan menjelaskan siapa dirimu

Kau mulai memasuki kehidupanku
Pelan tapi pasti . .
Perasaanku mulai mengarah padamu
Perasaan yang sebelumnya tak pernah ada
Perasaan yang sebelumnya tak pernah aku mengerti
Perasaan yang sebelumnya selalu membelenggu di diriku
Dan perasaan yang sebelumnya selalu mengatakan “Tidak!!!”

Saat kau mengatakan perasaanmu
Aku diam seribu bahasa
Aku tak tau harus menjawab apa
Aku hanya bisa mengangguk pelan
Tanpa melihat ke arahmu
Kau mendekapku dengan erat

Aku dapat merasakan
Perasaanmu yang sangat bahagia
Aku hanya bisa tersenyum
Dan diam dalam dekapanmu . .