Buscar

Benda & Sebuah Peti

Kini
Benda itu sudah usang!
Benda itu juga sudah rusak pula
Benda berharga itu
Kini tergeletak tak berdaya
Meninggalkan sejuta kenangan
Benda yang penuh arti
Benda yang penuh makna

Kini
Benda itu ada dalam peti tua
Peti yang tak akan pernah dapat di buka
Peti yang selamanya akan selalu diam
Peti yang dapat menjadi saksi bisu
Tentang kejadian pahit itu

Kini
Aku hanya bisa diam
Aku hanya dapat menangis dan meratapi peti itu
Mengenang isi peti itu
Mengenang kejadian pahit itu

Sudahlah,
Semuanya sudah berakhir
Apa yang terjadi waktu itu
Dapat aku jadikan pelajaran yang sangat berharga
Untuk sekarang
Dan selamanya . . .

Rasa yang Baru


Aku tau
Kau selalu mengikutiku
Entah mengapa
Aku tak merasa terganggu saat kau mengikutiku
Aku juga tak merasa resah
Saat kau mulai bertanya-tanya
Siapa diriku, dan menjelaskan siapa dirimu

Kau mulai memasuki kehidupanku
Pelan tapi pasti . .
Perasaanku mulai mengarah padamu
Perasaan yang sebelumnya tak pernah ada
Perasaan yang sebelumnya tak pernah aku mengerti
Perasaan yang sebelumnya selalu membelenggu di diriku
Dan perasaan yang sebelumnya selalu mengatakan “Tidak!!!”

Saat kau mengatakan perasaanmu
Aku diam seribu bahasa
Aku tak tau harus menjawab apa
Aku hanya bisa mengangguk pelan
Tanpa melihat ke arahmu
Kau mendekapku dengan erat

Aku dapat merasakan
Perasaanmu yang sangat bahagia
Aku hanya bisa tersenyum
Dan diam dalam dekapanmu . .

"Jauhi Dia!!"

Sudah berulang kali aku katakan,
“Jauhi Dia!!!”
Aku tak habis pikir
Apa yang sebenarnya kau inginkan?

Dia itu bukan dirimu!!
Dia itu tak akan mengerti dirimu!!
Dia itu hanya manusia laknat!
“Jauhi Dia!!!”

Aku lelah memperingatkanmu
Aku lelah melihatmu menangis karenanya
Aku lelah atas semua sikapmu
yang selalu berpihak padanya

Apa yang bisa dibanggakan darinya?
Sikapnya yang telah menyakitimu
Membuatku miris dengan keadaanmu
Sifatnya yang tak pernah bisa berubah itu
Selalu membuat nafsuku untuk membunuhnya
begitu besar

Apa kau tak tau itu?
Berulang kali aku menolongmu
dari kekejamannya
Bahkan, aku rela mengorbankan diriku
hanya untuk sebuah nyawa, yaitu dirimu!!

Tapi, apa balasanmu?
Kau tak pernah memperdulikanku
Kau selalu mengacuhkanku
Kau selalu membelanya
Aku seperti orang bodoh yang selalu mengikutimu!!
Aku seperti hewan peliharaanmu!!
Memangnya kau siapa?

Bisakah Ini Disebut Tekanan?

Setiap hari, aku selalu merasa terbebani dengan keadaanku sekarang. Aku merasa bodoh. Aku merasakan rasa keberanian yang lemah, rasa keputusasaan yang kuat, dan rasa kebencian pada diriku sendiri. Aku ingin menangis. Aku tak tau harus menangis pada siapa.
Menangis pada orang tuaku? Ah, aku tak mau membebani mereka.
Menangis pada temanku? Huh, tidak ada yang bisa kupercaya.

Aku ingin, orang yang dapat membuat jiwaku lebih tenang. Andaikan dia yang berada disebelahku saat ini, selalu mendukungku, selalu mendengarkan ceritaku. Andai saja itu terjadi..
Rasa menginginkan seseorang itu selalu muncul saat aku sedang mengingat beban-bebanku.
Huh.. Hidupku benar-benar menyedihkan.
Sangat-sangat menyedihkan.

Aku tak bisa berkata apa-apa pada orang tuaku, saat mereka bertanya, "Ada apa?". Aku hanya bisa menjawab, "Tidak ada apa-apa".
Aku simpan jawaban dari pertanyaan orang tuaku dalam hati. Aku hanya bisa menyimpan kegalauan hati ini sendiri..

Baru saja, dia memanggil namaku dan tersenyum padaku. Aku merasa, dia curiga akan sesuatu padaku. Aku tak tau, dan aku berusaha untuk menutupi apapun itu sebaik mungkin. tapi, aku tak bisa. Semua yang dia lakukan, senyumnya, kata-katanya, terasa begitu menentramkan hati.
Sayang, dia terlalu jauh untuk kugapai.

Keseharianku, adalah membuat beban-beban yang kurasakan menjadi tekanan dalam hidup, dan kekangan seperti penjara yang tak kasat mata.

Esok merupakan ujian yang kedua kalinya untukku. Ujian yang mudah bagi anak lain, dan susah untukku.
Akupun mulai bertanya, sebatas mana kemampuanku?

Perasaan yang kurasakan saat ini, sungguh menyakitkan.
Seseorang, bantulah aku untuk menyelesaikan ini semua.
Aku tak dapat menyelesaikannya sendirian.
Aku mohon. . .

By : Ayu F.A.
Mendapatkan inspirasi tak terduga. Aq akhirnya membuat kalimat2 yang agak g nyambung *menurutq sih gitu*, tapi, itu adalah kehidupanku sebenarnya. aq gak tau sampai kapan akan terus kayak gitu. huft...

Pameran Reborn di Tuban

melihat pameran itu, sebenarnya menyenangkan. tapi, aku suka melihat pameran kalau atas niatku sendiri. dan tidak dikarenakan oleh tugas.

tgl 9-16 oktober 2010, ada pameran di kotaq tercinta lho! pameran lukisan tepatnya.
seandainya aq tau lebih awal, aq akan ke sana tanpa perintah dari guru yg memberikan tugas untuk mendeskripsikan lukisan tersebut.
hhh...

aq ke pameran sekitar tanggal 14. "sepi", hanya itu yang ku katakan saat memasuki pintu gedung budaya loka itu. orang2 yang datang ke sana, rata2 adalah anak2 sekolah yang mendapatkan tugas dari gurunya untuk melihat lukisan2 itu.

ada beberapa lukisan yang aq suka.
ada juga beberapa lukisan yang mengerikan. lebih tepatnya menakutkan sih. g akan aq posting yg gambarnya mengerikan itu. brrrrr.... takut... *kkkkkyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaa*

sampai disini dulu postingnya. udha lama g posting, sebenernya masih pengen cerita banyak banget. huft. ya sudahlah.


ini adalah beberapa gambar lukisan yang aq ambil karena aq suka. :-)