Buscar

Basic Cake Recipe

Tiap lebaran pasti bikin ini. Resep turun temurun dari mama. Rasanya enak. kalau tidak mau keras, terigu bisa di kurangi ya. Trus pas masukin ke oven, ovennya harus beneran panas. Panasnya ga boleh nanggung. Untuk topping, terserah masing-masing yaa. Met mencobaa ^^


Bahan :

250 gram blue band / butter (cairkan api kecil, lalu dinginkan)

250 gram tepung terigu

6 butir telur

6 kuning telur

1 sdt ovalet / SP

250 gram gula pasir

1 sdm susu bubuk

½ sdt vanili bubuk (2 bungkusan bulat kecil)

Cocoa powder (opsional)

Cara membuat :

  • Masukkan gula dan telur, lalu mixerKetika sudah tercampur rata masukkan ovalet dan vanili, terus mixer selama ± 15 menit hingga membuih putih, kemudian matikan mixer, lalu angkat
  • Sisihkan adonan setengah gelas belimbing, tambahkan cocoa powder sesuai selera, aduk rata, beri blue band cair sedikit, aduk rata (opsional)
  • Masukkan terigu dan susu sedikit demi sedikit, aduk dengan spatula, aduk rata
  • Masukkan blue band cair yang telah dingin (kalau masih panas, adonan bisa matang dan tidak mengembang) sedikit-sedikit, aduk rata sampai tidak ada blue band di bagian pinggir
  • Masukkan adonan ke Loyang dengan cara memutari Loyang, lalu tambahkan adonan cocoa di atasnya (cocoa bisa di swirl dengan garpu)
  • Oven
  • Tunggu hingga matang


Coffee Cookies Recipe

Jadi, waktu di kos kemarin nyoba bikin kue kering gara-gara takut ga bisa pulang lebaran T.T

Cari-cari resep, salah satunya ada resep ini. Lumayan simpel bahannya. Bikinnya juga ga ribet. Rasanya strong banget pahit kopi nya. Kalau memang ga begitu suka kopi, bisa dikurangi takaran kopinya. Bisa di tambah cocoa powdernya. Opsional lah kalau takaran kopi, sesuaikan selera aja *mantaps

Selamat mencoba!

Bahan :
15 gram susu panas
7 gram kopi instan
100 gram unsalted butter
90 gram gula halus
1 kuning telur
155 gram tepung terigu
15 gram cocoa powder
30 gram tepung maizena
 
Cara Pembuatan :
-          Susu panas + kopi instan di aduk rata, sisihkan
-          Tepung terigu, tepung maizena, dan cocoa campur rata, lalu ayak. Sisihkan.
-          Aduk unsalted butter sampai menjadi krim teksturnya
-          Masukkan gula halus kedalam butter, aduk rata
-          Masukkan kuning telur, aduk rata
-          Masukkan kopi yang telah di campur dengan susu, aduk rata
-          Kemudian, masukkan tepung yang telah di ayak, aduk rata jangan bar-bar, lurus & putar, lalu uleni
-          Bentuk bulat-bulat, beri garis pada tengahnya (membentuk seperti biji kopi)
-          Oven dengan api kecil
-          Tunggu hingga matang (dapat di cium dari baunya)


Cerita Dini dan Seorang Ojol

Sebuah monolog yang tertuang dari kisah nyata tentang seseorang. Ini benar adanya, Mungkin ada bagian yang memang tak dapat diceritakan. Tapi aku usahakan bercerita detail agar kalian dapat menikmatinya.
Selamat membaca...
***

      Namaku Dini. Usia 23 tahun. Berkuliah di salah satu universitas  terbaik di kota M. Pengalamanku kali ini mungkin dapat membuat mahasiswa perempuan lainnya bergidik ngeri. 
Belum lama ini, beberapa hari yang lalu, tepatnya hari selasa lalu aku dan salah satu teman kosku berencana jalan-jalan ke sebuah mall. Kami memutuskan  untuk mengisi perut sebelum jalan-jalan di mulai karena dipastikan memakan waktu berjam-jam. Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan jasa ojol (ojek online). 

Perut sudah terisi. Saatnya pergi ke mall. Cukup jalan kaki kurang lebih 5-10 menit. Di tengah waktu tersebut teman kuliahku menelepon. Dia berkata bahwa sudah di depan kamarku tapi aku tidak ada. Aku lupa bahwa sudah berjanji juga dengannya. Lalu jalan-jalan dibatalkan. Aku dan teman kosku meluncur segera untuk pulang menggunakan jasa ojol lagi. Ojol kali ini lebih banyak diam. Ramah sepertinya. Namanya Fiyan. Hanya sebatas itu aku tau.

Kami sampai di kosan dengan selamat. Dan aku memberikan rating bintang 5 seperti biasa. Tapi kali ini dengan komentar terima kasih dan emoji bentuk hati. Entah apa yang membuatku menulis seperti itu. Tapi aku hanya iseng. Sekali-kali begitu apa salahnya?

Kemudian aku mengobrol dengan teman kuliahku di kamar. Tiba-tiba, ada sms. Ternyata dari ojol yang bernama Fiyan itu. 

I'm Back

Akhirnya setelah sekian lama yaaaaa.....
I'm back :) :)

ini pun bisa kembali dikarenakan, ada teman yang memang lagi gencar menulis blog.

you can see her on : nandablueprincess.blogspot.co.id

Okay. 
Mengapa sangat-sangat lama untuk menulis kembali, karena seperti nya aku terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang lain. Yah, lebih urgent sih. 
Gak bisa bagi waktu juga.
Lagi skripsian  juga.
Lagi hedon dan jalan-jalan dengan teman-teman kosan serta my honey bunny sweety.

Banyak juga masalah-masalah sepele yang sebenarnya tidak mengganggu tetapi selalu terngiang-ngiang di telinga. 
Maybe, aku terlalu banyak memikirkan masalah orang lain dari pada masalah ku sendiri. 
Hingga akhirnya, masalahku terbengkalai, tak ada solusi, bingung bertanya pada siapa, dan ya sudahlah.
Ntar juga nemu solusinya. Di bicarain sama Allah, pasti ada jalan kok. Aamiin :)

Let's start from this week. 
Aku akan berusaha untuk selalu membuat cerita seenggaknya sebulan sekali.
Entah cerita fiksi, roman, atau segala bentuk curhatan beserta foto. 
Dimana lagi tempat aku bercerita selain di sini? di tempat yang jarang diketahui orang bahwa blog ini masih aktif.
Mereka tak akan membaca karena beralih ke wattpad, instagram, facebook, twitter, dsb.
And me? Mengapa masih bertahan? Mungkin, dengan begini, aku dapat melihat kembali masa-masa dimana kenangan yang kecil tak berarti dapat membuatku tersenyum sendiri. Mungkin juga bisa melampiaskan emosi yang tak terbendung. Dapat berkata sok puitis seenak jidat. Dapat mencurahkan isi hati tanpa ada orang yang tau. 

Begitulah..
Selamat membaca. Happily ever after? :)

Antara Mimpi & Impian


Berawal dari mimpi, mungkin akan menjadi suatu kisah nyata. Meskipun tak sesuai dengan yang aku impikan. Cerita kali ini, berawal dari mimpi. Sebagian besar ceritanya adalah mimpiku. Ditambah sedikit bumbu-bumbu agar lebih menarik. Selamat membaca kawans, selamat berimajinasi ria. Maaf jika aada kemiripan nama, karena aku memang menggunakan nama kalian. ^^

***

Banyak kejadian yang menimpa kita, baik secara langsung, atau melalui pertanda lewat mimpi terlebih dahulu. Tinggal bagaimana kita menyikapi secara bijak atau tidak.

“Satu setengah tahun yang lalu, tiba-tiba ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan yang menurutku memang sudah direncanakan oleh seseorang. Aku tidak peduli, siapa orang itu. Aku dan ibuku merasa benar-benar terjatuh karena ayah begitu cepat tiada. Tetapi, kami tetap berusaha untuk tegar. Banyak orang dan kerabat yang merasa kasihan, empati, turut berduka, memasang muka sedih yang bisa jadi, dia justru bahagia melihat kepergian ayahku dan melihat keterpurukan kami. Tak sedikit juga orang yang mencibir. Aku dan ibuku tetap bungkam.”

***

Satu setengah tahun yang lalu…

            Hai. Perkenalkan. Aku fitri, kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi dan sudah semester 6, di salah satu universitas terkenal di Malang, kota yang menurutku iklimnya dingin. Di kota ini, aku bertemu dengan sahabat-sahabatku, my best friend forever lah istilahnya. Namanya? Ada Nai, Laila, Rika, Riana, Via, dan Kiki. Ada satu lagi sebenarnya. Namanya Arsie. Tapi, dia sedang menjauhiku. Entah kenapa. Mungkin sedang badmood atau apalah. Sudah berbulan-bulan dia tidak ikut kita kumpul-kumpul bareng. Ya udah sih. Toh kalau dia masih butuh bantuan, kita tetep bantu. Dan, aku punya kekasih hati selama aku di kota penuh kampus ini. Namanya Jefri. Bukan orang  asli Malang pokoknya. Tapi masih di jawa timur. Bolehlah ya. Tapi, ya gitu, hubunganku masih belum di ketahui oleh kedua ortuku. Biasa. Kan ayah dan ibu cari yang sempurna tanpa cacat.

            Ujian Akhir Semester pun berlalu. Liburan? Belum lah. Masih ada semester pendek yang saat ini berjalan. Lalu terjadi kejadian yang paling buruk dalam hidup. Ayahku meninggal. Aku segera pulang, dan melihat jasad ayahku yang terbujur kaku. Aku tidak bisa berkata sepatah katapun. Hanya bisa menangis sambil meratapi sosok yang sekarang tak berdaya. Sosok yang selama ini belum sempat aku balas budinya. Sosok yang selama ini selalu mengkhawatirkanku dalam keadaan apapun. Sosok yang selama ini selalu membuatku ingat bahwa perjuangannya hanya demi membuatku mencapai ilmu yang nanti akan berguna bagi orang lain. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku ungkapkan tentangnya.

Ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan yang menurutku memang sudah direncanakan oleh seseorang. Aku tidak peduli, siapa orang itu. Aku dan ibuku merasa benar-benar terjatuh karena ayah begitu cepat tiada. Tetapi, kami tetap berusaha untuk tegar. Banyak orang dan kerabat yang merasa kasihan, empati, turut berduka, memasang muka sedih yang bisa jadi, dia justru bahagia melihat kepergian ayahku dan melihat keterpurukan kami. Tak sedikit juga orang yang mencibir. Aku dan ibuku tetap bungkam.

Sudah lewat seminggu. Ibu bilang bahwa kuliahku tetap harus berjalan. Akhirnya aku tetap ikut semester pendek. Lalu saat pembayaran UKT, tidak ada uang untuk membayar. Aku pun memutuskan untuk tidak kuliah. Aku bercerita ke dosen pembimbingku, dan apa yang beliau katakan? Beliau mau meminjamkan uang untukku kuliah. Paling tidak, kata beliau harus lulus sarjana, meskipun aku tidak bisa melanjutkan ke profesi atau co-ass. Aku hanya bisa menangis di pelukannya dan bercerita ke ibuku. Ibu pun mengucap syukur yang tiada henti sambil menangis.

Hingga akhirnya akupun lulus menjadi sarjana. Dosbingku mengatakan bahwa akan membiayai profesiku juga. Tapi, aku bilang sudah cukup. Karena hanya merepotkan saja. Aku mengatakan bahwa akan meneruskan usaha ayahku yang di bidang pertanian itu. Daripada menganggur dan tidak berjalan. Aku juga bilang bahwa akan mengembalikan uang dosbingku itu ketika aku sudah cukup mapan.

Aku pun tidak berdiam diri. Kembali pulang ke rumah, dan mulai membangun usaha ayahku yang sudah di mulai dari nol itu. Aku segera menghubungi orang-orang yang papaku percaya dulu, untuk membantuku dalam menjalankan usaha ini. Dan mereka pun setuju membantu. Aku juga menghubungi teman-teman ayahku, meminta bantuan untuk mengajariku tentang bidang yang digemari papaku ini. Aku juga mengikuti kursus tentang manajemen. Semua aku lakukan. Aku juga mulai mengikuti tender-tender di berbagai perusahaan. Dan mulai menampakkan hasil dengan cara aku memenangkannya. Dan ibu hanya bisa memberi dukungan. Ibuku juga tetap bekerja menjadi PNS. Di saat-saat seperti ini, aku mengenalkan kekasihku pada ibu.

“Ibu, perkenalkan. Ini orang yang dari dulu ingin aku kenalkan pada ayah dan ibu, tapi masih belum ada kesempatan. Dan sekarang adalah waktu yang tepat menurutku.”

“Siapa dia?”

“Dia ini adalah orang yang bisa membuatku bahagia, Bu. Orang yang dari aku kuliah, ayah meninggal, aku sedih susah senang, selalu ada disampingku. Menguatkanku. Memotivasiku. Dan aku ingin dia menjadi imamku nantinya.”

Ibu pun berkenalan dengannya. Mulai tanya dari hal yang kecil sampai besar. Bertanya apa rencananya ke depan. Bertanya bagaimana aku dan dia bertemu. Bertanya bagaimana hubunganku dengannya ke depan. Setelah ibu selesai menanyakan apapun yang memang harus ditanyakan. Ibu mengatakan..

“Iya, Nak. Kamu boleh berhubungan dengan lelaki ini. Semoga benar dan sesuai dengan doamu. Semoga memang dia ini adalah jodohmu. Ibu tidak mau neko-neko. Sudah cukup yang seperti ini. Asal kamu bisa bahagia dan bertanggungjawab atas apa yang menjadi pilihanmu.”

Aku langsung memeluk ibu. Memeluk se-erat-eratnya. Dan aku pun memeluk Jefri. Orang yang akan menjadi imamku. Diapun memelukku dengan erat. Dan mengucap syukur di dekat telingaku. Syukur tiada tara.

***

Love and Coffee (part 2)



Ini adalah salah satu kejadian yang terjadi pada Ayu dan Agfa setelah cerpen sebelumnya (love and coffee, red.), atau bisa dikatakan lanjutan dari cerpen sebelumnya. Ini hanya lamunanku di saat aku sedang frustasi di tengah-tengah belajarku. Selamat membaca! :)
Sudah beberapa hari ini dia tak menghubungiku sama sekali. Aku mencoba mengiriminya pesan. Tapi dia hanya membalas dengan emoticon senyum lebar. Dan tidak ada balasan lagi setelah itu. Tiba-tiba, aku membayangkannya sedang berada di rumah sakit. Terbaring lemah, tak berdaya. Ketika bayanganku tentangnya belum pudar, ada telpon yang membuyarkan lamunanku. Nomor tak dikenal. Lalu aku mengangkat telpon itu. Mungkin penting.
“Apa benar, ini nomornya Ayu?”
“Iya mas. Benar.”
“Ayu pacarnya Agfa bukan?”
“Iya mas. Ini siapa ya? Kok tanya-tanya gitu?”
“Ini Edy. Teman satu kontrakan Agfa. Bisa ke Rumah Sakit Araya sekarang?”
“Lho? Ada apa mas? Kok ke rumah sakit?”
“Sudah. Datang ke sini dulu. Aku tunggu di pintu masuk. Masih ingat wajahku kan?”
“Oh.. iya iya. Aku ke sana sekarang.”
“Secepatnya ya!”
Dan telpon itu pun berakhir dengan penuh tanda tanya di otakku. Pasti ada hubungannya dengan Mas Agfa. Kecelakaan? Entahlah. Yang jelas aku harus bergegas ke sana.
Sesampainya di sana…
“Ayu, kan?”
“Iya. Ada apa sih mas? Mas Agfa kenapa? Kecelakan kah?”
“Kamu jangan shock dulu ya. Jadi gini. Seminggu yang lalu, Agfa kecelakaan motor. Dan patah tulang tangan, lengan bawah. Sekarang masih belum sembuh.”
“Terus? Aku gak dapat kabar sama sekali! Dan pantas, dia hanya membalas pesanku dengan senyum atau hanya bilang iya. Kenapa gini?!”
“Dia sebenarnya gak mau kamu tau kejadian ini. Dia tuh gak mau buat kamu jadi khawatir. Tapi, aku beritahu hal ini ke kamu. Aku kasian kalau kamu gak tau apa-apa.”
“Parah gak? Tangan sebelah mana?”
“Lumayan. Sebelah kanan. Ayo, ke kamarnya sekarang!”
Aku pun berjalan dengan rasa khawatir luar biasa. Ketika akan masuk, aku melihat banyak beberapa pasang alas kaki. Sepertinya dia di kunjungi banyak kerabatnya.
Dan dugaanku benar..

Love and Coffee (part 1)



Hai semuanya. Aku kembali dengan cerpen baru. Tetap kisah cinta sang mahasiswi. Tapi berbeda tokoh. Sedikit cerita asli, dan banyak modifikasi. Selamat membaca :D
***
Perkenalkan, namaku Ayu. Aku menetap di kota M untuk menuntut ilmu di salah satu universitas terkenal kota tersebut. Dan saat ini, aku memasuki tingkat dua. Aku memiliki kisah cinta yang menurutku seperti sinetron di televisi. Berlebihan. Seperti sudah terskenario. Dan aku mulai malas untuk berkomitmen lagi dalam hal percintaan.
Aku bosan. Handphone yang sepi akan sms. Dan aku mulai melirik salah satu sosial media. Aku tertarik. Sepertinya menyenangkan untuk sekedar iseng. Dan setelah beberapa hari, aku menemukan seseorang. Parasnya boleh juga. Baik hati pula. Dia bernama Agfa.
***
Kami pun mulai saling berbalas pesan lewat bbm, whatsapp, dan sms-an. Aku masih berpikir bahwa ini salah satu cara membangkitkan mood-ku yang gampang berubah. Aku bahkan tidak berniat untuk bertemu dengannya. Sampai suatu ketika, entah apa yang merasukiku, aku mulai tertarik padanya. Dia yang mulai sering menghubungiku melalui telpon dan sms, khawatir denganku ketika aku sakit, dan sering bercanda, semua yang dia lakukan membuatku tersentuh. Tidak pernah aku mendapatkan perhatian seperti ini dari mantan pacarku. Bahkan dari orang tuaku. Dia seperti sosok kakak lelaki yang memberi penjagaan sepenuhnya untuk adiknya. Dan di saat inilah, aku mulai membuka hati kembali.
Kami pun berjanji untuk bertemu. Ini adalah pertemuan pertama kami, dan aku berharap, ini tidak kacau dan tidak memalukan. Dia pun datang menjemputku sesuai jam yang di janjikan. Kami pun segera meluncur ke sebuah tempat yang nyaman untuk ngobrol dan bersantai menikmati secangkir kopi kesukaan kami. Ya. kami memiliki selera yang sama, yaitu kopi. Kami berbincang santai membahas hal hal yang sepele hingga berjam jam. Dan tak terasa malam semakin larut. Dia pun mengantarku pulang.
Aku tak bisa tidur karena memikirkannya. Dan baru kali ini aku seperti merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Entah apa yang membuatku seperti ini. Tetapi, ini kenyataan hati yang tak data dipungkiri.
***
Hari ini adalah hari minggu. Hari bersantai seluruh umat manusia. Dan yang aku lakukan adalah browsing. Dan aku mulai bosan hingga akhirnya melamun. Tiba tiba dalam lamunanku bayang wajah Agfa muncul. Senyumnya, tawanya, cara bicaranya, tingkah lakunya, membuatku ingin bertemu dengannya lagi. Baru kali ini aku merindukan seseorang. Tapi, aku mulai berpikir, apakah dia masih ingin bertemu denganku lagi? apa dia masih ingin menghubungiku lagi? Aku mulai khawatir. Aku takut dia tidak menyukaiku. Aku takut dia menjauhiku. Aku takut semua tidak sesuai harapanku. Aku benar-benar ingin dia menjadi kekasihku. Aku mulai membuat status di sosial media yang intinya aku menyukainya. Tapi dia tidak ada respon. Aku mulai menduga, apa dia hanya menganggapku seorang teman? Tidak lebih? Tuhan, aku ingin dia tahu, bahwa aku mencintainya.
***
Di hari hari berikutnya, dia tetap bersikap biasa saja. Tak ada yang berubah. Aku pun mulai putus asa. Sepertinya dia hanya menganggapku teman sesaat. Dari pagi sampai malam ini, dia tidak menghubungiku sama sekali. Aku khawatir. Ketika itu pula, handphoneku bergetar. Dia mengajakku untuk bertemu dengannya saat itu juga. Aku sangat senang membaca pesannya. Hingga aku membatalkan janjiku untuk pergi dengan teman-temanku.
Setengah jam kemudian, dia datang. Dan kami pun pergi ke suatu tempat. Sebuah rumah sederhana, yang ternyata itu adalah rumahnya. Aku mulai salah tingkah. Dia segera mengajakku masuk, dan kita pun berbincang di ruang tamu. Hampir satu jam kita mengoobrol. Tak ada yang spesial. Tiba tiba, dia mengatakan ingin membuat minuman untukku. Beberapa saat kemudian, dia datang dan membawa secangkir kopi, dan dia duduk disebelahku. Aku bertanya tanya, apa yang akan dilakukannya.
“Kenapa hanya satu cangkir? Kamu tidak minum?” tanyaku
“Oh, aku sudah minum sebelum menjemputmu.”
“Oh.. oke. Kenapa tiba-tiba duduk disebelahku?”
“Tak apa. Ingin saja. Tidak boleh?”
“Boleh kok.”
Aku mulai tidak bisa bersikap biasa. Mulai salah tingkah. Dan dia tahu itu.
“Kamu kenapa? Jadi salting gitu?”
“Ha? Engga kok. Biasa aja.”
“Yakin?” Tanya Agfa sambil tersenyum penuh arti
“Yakin laah…”
“Aku mau mengatakan sesuatu. Boleh kan?”
“Katakan saja. buat apa minta ijin?”
“Ayu,”
“Ya?”
“Maukah kamu jadi pacarku?”

Aku pun terdiam. Dalam hatiku mengatakan ‘iya’. Tapi, otakku masih berpikir, mengapa dia menyukaiku. Apa tidak salah pilih?
“Ayu…”
“Ha? Iya mas. Kenapa?”
“Kamu mau jadi pacarku? Kalau kamu mau terima aku, minumlah kopi yang ada dicangkir itu. Jika tidak mau menerimaku, tuang kopi itu di asbak. Putuskan sekarang. Aku tidak ingin ada kata menunggu.”
“……”
“Kenapa diam? Ayu… Aku serius.”
Aku segera mengambil cangkir itu. Aku terdiam sejenak. Dan Aku pun meminumnya. Dia melepaskan cangkir dari tanganku dan memelukku erat.
“Terima kasih. Sekarang kamu benar-benar jadi kekasihku.”
“Aku juga bahagia bersamamu. Tapi, kenapa harus kopi?”
“Oh, kopi itu kesukaan kita bukan? Selain itu, cita rasa kopi yang manis dan pahit menunjukkan bahwa hubungan ini juga akan berlaku sama seperti rasa kopi itu. Tetap ada rasa dan komitmen dalam hubungan kita. Jujur dan saling percaya. Kenikmatan dan harum yang dihasilkan kopi tersebut, akan selalu kita rasakan saat kita bersama. Kamu mengerti kan?”
“Iya, aku mengerti.”

To be continued… maybe.

It's Me, Anabell...



Hi… My name is Anabell. I’m 21 years old. In this story, I want to tell you about who I am.
Kenalkan. Namaku Anabell. Aku adalah tokoh utama dalam cerita ini. Tak ada orang lain. Just me.
 Aku berasal dari keluarga yang sangat menyayangiku. Why?  Karena aku adalah putri satu-satunya. Kami dari keluarga berada atau menengah ke atas. My mom, bekerja sebagai pemilik sebuah butik (lumayan besar) di kota J. And my dad, memiliki sebuah pabrik tekstil yang cukup terkenal di kota S. Kedua orang tuaku selalu memperhatikan ku sejak kecil. Tak pernah aku di ajarkan hal yang negatif atau hal-hal yang dapat mempengaruhi pikiranku. Lingkunganku pun adalah sebuah lingkungan yang menyenangkan. Terletak di tengah kota, dengan tetangga yang ramah, sopan, santun, baik, dan tak ada tetangga yang suka menggunjing orang lain. 

Ujian Blok

HAPPY NEW YEAR 2014 .......

mumpung baru awal tahun, saatnya posting niih..

Sebentar lagi mau ujian blok. Deg deg.an, khawatir, senang, adalah sebuah rasa yang menjadi satu dalam hati dan pikiranku.
Terbayang semua soal yg akan di ujikan. Entah bagaimana, sampai saat ini, aku masih blm terlalu khawatir. Padahal, ujian di mulai tanggal 7 januari dengan mata kuliah Skills lab komunikasi. Lalu di susul tanggal 13 januari dengan mata kuliah Skills lab faal. Dan yang terakhir adalah ujian blok, yaitu tanggal 15 januari yang akan di bagi 2 sesi. Yaitu jam 8 sampai 12 siang ujian PBL, jam 1 sampai 4 sore ujian biostatistik.
Yah.. beginilah
Ini adalah salah satu kehidupan mahasiswa pend. Dokter gigi universitas brawijaya.
Menyenangkan. Lumayanlaah. Kereen.
Udah dulu ya. Byee

Menuju ke L.A

Hai guys...
Dalam beberapajam lagi.. (skrg tgl 22 nov 2013) tiba waktunya untuk berangkat ke batu buat latihan alam. Apa itu latihan alam? Latiham alam itu adalah diklat untuk youth BUSC.
Semoga perjalanannya lancar.. aamiin...
Tau ga, pagi ini aku sudah bawa barang2 buat diklat yang harusnya dibawa nanti jam 10-11. Kenapa? Karena sekarang ada kuliah sampai jam 10.50. Agak repot juga sebenarnya. Tapi ga masalah deh. Mau diapain lagi?
Trus, barangnya kan berangkat jam 11. Tapi orangnya berangkat jam 1 siang. WHAT? yah.. emang begitu.. sudah direncanakan begitu.. ya diikuti saja. Mau sukses apa tidak acaranya?
Hehe..
Udah ya.. udah masuk niih... dagh... :D

1 2 3 "4" MT Hariyono

Yap. Lagi pengen banget nulis nih. Oh ya... aku mau mengadaptasi postingan dari blog ini http://mayuridafinurillah.blogspot.com/2013/10/mt-haryono-no-4.html
Baca itu dulu ya... baru baca punyaku..
Hehe..
Aku kos di MT Hariyono 4 Dinoyo Malang. Nah.. disini ada 7 temen kosq yang cantik n manis. Haha.. *palsubanget*
Kalau di blog yg alamatnya aku tulis di atas, dia menceritakan tentang kita semua.
Kalau aku mau memberikan pendapat saat aku pertama kali mengenal mereka. Jangan ada yang marah ya guys...

Kita ber-8, *chibiminus1* -,-
Aku (ayu), inka, fifi, tyas, yora, suci, nanda, dan onel adalah teman sekosan yang akrab, rukun, dan damai sejahtera. Banyak yang terjadi di antara kita. Banyak kejadiab yang menyenangkan bahkan sampai tidak enak hati juga terjadi, karena terlalu akrabnya kamii..

Inka. Dia adalah teman sekamarku yang lucu, periang, dan paling muda (kalau ga salah). Pertama kali lihat dia tu... cuman satu yg ada di benakku. Aku bisa akrab sama dia ga ya? Secara dari asal kita beda, cara ngomong, sifat, kesukaan juga beda. Dilihat dari fisik berlawanan banget sama aku. Dy tinggi putih. Lha aku? --" gitu deh pokoknya.

Fifi. Manis. Baik. Ga terlalu suka bercanda. Itu kesan pertamaku. Tapi kenyataannya, sama aja dengan kita semua..

Tyas. Kesan pertama tu tomboy, rada garang gitu. Bicaranya ceplas ceplos. Baik pula. Hehe...

Onel. Nah ini nih. Waktu pertama ketemu, aku kira dia pendiam. Trus bawaannya senyum melulu. Jadi ikutan senyum2 aku. Setelah kenal, lihat saja sendiri..

Yora dan suci. Dua2nya pendiam gitu. Trus kayaknya kemana2 bakalan berdua melulu. Jarang ngomong mulanya. Itu kesan pertamanya lho. Sekarang.. wwiidddiiih...

Nanda. Dy adalah orang paling pendiam menurutq. Kelihatan dari tampangnya. Trus, sepertinya baik dan pintar daripada aku. T.T  trus menurutku dia cantik. Hh.. jadi ngiri banget.. -,-

Nah.. itu semua kesanku ke mereka. Mereka semua keluarga baru.
Nih.. semuanya suka korea. Akunta biasa aja --"
Untungnya ya, mereka semua suka nyanyi, jadi aku ada temennya buat nyanyi ga jelas gitu. Kan enak.. hehe.. *maafya*
Trus, yg bawaannya suka masak sendiri tu tyas n onel. Jarang banget beli makan diluar.
Apa lagi ya? Oh ya, waktu kebanjiran, mereka juga yang bantuin aku. Hehe
Jadi ga pengen pindah kos. Kita bahkan sudah punya planning buat liburan semester nanti...
Yah begitulah kami..
:)

BUSC

Yaah.. maaf. Baru bisa nulis lagi..
Aq lolos audisi PSM UB lhoo...
Tidak kusangka. Trima kasih buat ortu n teman2ku yang telah mendukungku. Terutama buat ya Allah.. engkau telah mengabulkan do'a2ku.. :)
Jujur, rasa bangga melekat kuat ketika hasil di beritahukan lewat message. Dan seketika itu pula ada rasa khawatir. Mengapa? Karena sering sekali, secara mendadak ada jarkom untuk staf magang, kumpul, atau ada jadwal mendadak yg di ubah dari pihak panitia. Ini yang membuat aku terkadang susah buat mengatur jadwal. Karena kegiatan2 itu ancamannnya TIDAK LULUS KRIMA. Itu juga membuatku khawatir. Padahal, aku menantikan bisa bergabung dengan BUSC (Brawijaya University Student Choir) sudah lama, tapi justru BUSC yang terbengkalai jadwalnya. Sedih, cemas, dan takut sia sia selalu dipikiran. Tapi, aku harus menunjukkan meskipun jadwal padat, aku tetap melatih kemampuan dan tetap berlatih dengan partitur yang diberikan.
Latihan BUSC seminggu 2 kali. Trus, karena campuran dari semua fakultas, rasanya seru. Kakak2nya juga easy going, menyenangkan, tapi tetap serius.. hehe..
Well.. saat ini, kita (youth BUSC) sedang latihan buat Latihan Alam (L.A) atau biasa dikenal dengan diklat. L.A dimulai tanggal 22 nov sampai 24 nov.
Asik kan? Nginep2 gitu.. ga kebayang gimana rasanya. :')
*jadi_pengen_nangis*

Lebay!

Gitu deh ceritanya. Sebenarnya masih banyak lagi yang mau diceritain tentang BUSC. Tapi ditahan dulu. Hehe.. nunggu ada foto2nya ya :P
Nanti kalau udah ada fotonya, langsung share.. :D janji deeh...

Cerita selama setengah hari di UB



Hai, pembaca setia blogku! *memangnya ada?* :D
Kemarin senin, lebih tepatnya tanggal 15 Juli 2013, aku baru aja selesai tes kesehatan dan penyerahan berkas plus fitting and foto di University of Brawijaya!!  Semuanya langsung hari itu juga. Kalau di ingat-ingat, capek juga rasanya. Hihi..
Pada postingan kali ini, aku bakal cerita tentang hari senin itu. Yap. Tes kesehatan dan sebagainya.
Diurutkan aja ya, aku cari bagian paling menarik menurutku. Gimana? Setuju? Sip. :D
Aku tes kesehatan di RSP, *kerenkan singkatannya* -_-“, panjangnya Rumah Sakit Poliklinik. Disini, aku ngukur tinggi dan berat badanku. Lalu tes urine + diambil darahnya. Terus, tes mata. Biasalah, buta warna dan plus minus gitu.. Habis itu tes fisik + tes THT. Oh sempat di tensi juga. Tapi, aku engga lihat tekanan darahku berapa. Sudahlah. Nah ini nih,, TES RADIOLOGI. Pertamanya rada aneh juga. Sampai segitunya tes kesehatannya. Salut banget aku.. *dua jempol* :D
Karena baru pertama kali tes radiologi, jadi aneh gitu rasanya. Yang harus lepas pakaian lah, gini lah gitu lah. Padahal, tes radiologi emang seperti itu kan? Kayaknya aku yang heboh sendiri. Rasanya deg-degan kayak mau ujian. Begitu tes itu selesai, ploooong banget. Tarik napas panjang,,,, hembuskan… -_-
Setelah selesai semua, balik ke FK UB, buat fitting jaket angkatan, kaos, and jas lab. Trus foto, buat KTM mungkin. Trus tes BAQ. Dan semuanya, berjalan lancar. *Terima kasih Ya Allah* ^^
Cuuuss ke Samantha Krida or Sakri.
Disini nyerahkan berkas, fitting almamater dan jaket fakultas. Trus ngisi formulir buat buka rekening BRI baru *padahal udah punya* T.T,,, trus ada pengarahan dari BEM. Trus, pulang deh.
Seru abis pokoknya. Kampus UB juga asri banget. Dulu waktu studi kampus, rasanya kok engga serindang itu ya? Atau, aku baru tau soalnya kemarin muter-muter engga jelas di UB. Sudahlah.
Gedung untuk Kedokteran Gigi, ada di Jl. MT Hariyono. Warna bangunannya hijau muda kalau engga salah. Kalau untuk gedung FK, di Jl. Veteran. Sama kayak Polinema.
Semoga, ospeknya nanti, bisa aku kerjakan dengan baik. Aku deg-degan banget.
Oh ya, ada SPMK nya lhoo.. Seingetku dan sedengarku, kepanjangannya itu Standar Pakaian Mahasiswa Kedokteran. Bajunya harus berkerah. Celana panjang atau rok di bawah lutut non-jeans. Pakai sepatu selop juga boleh, tapi harus pakai kaos kaki. Karena itu, sekarang aku harus hunting rok. Yang cewek wajib pakai rok panjang. Sedangkan,,, aku engga punya rok lebih dari 4. Itu pun salah satunya rok untuk di pantai2 gitu. Tambah engga jelas nih.. baju berkerah juga engga banyak. Harus ngeluarin kocek lebh nih. Hehe.. Engga apa2. Harus dijalani dengan sabar. Engga boleh ngeluh. Ini tantangan untuk menjadi yang terbaik. Oke?

Kos-kosan di Malang, dekat Univ. Brawijaya

Alhamdulillah ya Allah..
Akhirnya dapat kos. Dari pandangan pertama. Lumayan, asri, masak sendiri, 1 kamar berdua, deket salon, deket warung, deket laundry, harganya berkisar antara 600-700ribu.
Parkir motor juga bisa,, boleh bawa laptop.
Deket sama gedung FKG Universitas Brawijaya juga..
Di jalan apa ya??
Hmm.. bentar..
.
.
.
Oh, di jalan MT Hariyono 4. Deketnya McDonald. Hehe..
Meskipun mahal, tapi lumayan kok. Ibu dan Bapak yang punya kos juga tinggal di situ..
Jadi, ada yang jagain,, ada yang merhatiin. Insyaallah bagus, baik, and harmonis. *Apa? Harmonis?*

Listrik dan air juga udah termasuk dalam biaya lhoo.. :D
Ayo-ayo! masih ada 1 kamar untuk 2 orang...!!!!

Eh, ada juga, 1 kamar sendirian. Luas banget kamarnya, harganya 1juta sekian ratus ribu ;)

Kurang lebih, bisa diisi 9 orang. Kamar mandinya ada 3. Dapur juga ada..

Kok jadi promosi ya?? :o

Berkah di Awal Bulan Ramadhan

Ya Allah, terima kasih atas kebahagiaan yang engkau berikan di awal bulan ramadhan ini.. :')

Aku engga tau harus mulai darimana. Tapi, yang jelas, dari kemarin, tanggal 8 Juli 2013 jam 17.oo WIB, aku engga bisa berhenti senyum. Kenapa??
Karena aku LOLOS SBMPTN!
#yyyyeeeeeeiiiiiiiiiiiiiii....................
Alhamdulillah..
Aku lolos di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Brawijaya Malang.
Meskipun ada sedikit rasa kecewa karena aku engga lolos di UNAIR, tapi tak apalah.  Aku akan terus bersyukur. Keep spirit, selalu belajar giat, selalu berdo'a dan giat beribadah kepada-Nya, dan lain-lain pokoknya..
Baru kali ini, aku merasa dapat membanggakan orangtuaku, karena aku masuk di PTN yang termasuk bergengsi di Indonesia. Dan aku engga akan berhenti sampai disini. Aku akan terus membuat orangtuaku bangga dengan prestasi-prestasi yang aku raih, dalam akademik maupun non-akademik...
Dan rencananya,, Aku bakal ikut PSM (Paduan Suara Mahasiswa) UB. Yuuhhuuu... I'm coming! \\(^.^)//

Ada ras sedih juga, ketika kemarin aku tau, ada teman-temanku yang engga lolos SBMPTN. Sedih rasanya, kalau harus dipikirkan. Aku mau bantu, tapi mau bantu apa? Mungkin, aku cuma bisa bantu cari informasi tentang PTN-PTN yang lain..
Selamat berjuang, and keep fighting! Mungkin, ada rencana Allah yang jauh lebih baik daripada jalur SBMPTN ini.. Entah apa. Tapi pasti ada. Tetap bersabar, tetap berjuang, Jangan sampai ada rasa putus asa. Lakukanlah yang terbaik buat masa depan kalian. Oke??

Well,, buat yang lolos SBMPTN, selamat yaa....
Buat yang masuk di UB juga,, merapat ke blogku yaa... Hahaha... *bercanda* :p

Ini adalah berkah ramadhan paling indah. :)
^^